Pilih Tilang Ketimbang Bayar, Bagus!!

Kejadian ini menimpa teman saya. Kala itu ia sedang mengendarai sepeda motor menuju Kantor Pos jalan Sudirman kota Palu. Karena ternyata hari itu adalah hari Sabtu, terang saja Kantor Pos tutup dan Ia harus balik lagi ke kantornya.

Setelah melewati kantor KOREM, tiba-tiba Polantas yang membuntuti dia sejak awal memberhentikan motornya. Ia diberhentikan karena motornya tidak dilengkapi oleh kaca spion.

Nah, kurang lebih dialog antara teman saya dan si Polantas seperti ini:

Polantas: “Anda tahu alasan kenapa saya berhentikan?”

Teman saya: “Tau pak, motor saya tidak lengkap”.

Polantas: “Iya, motor Bapak tidak dilengkapi dengan kaca Spion, kenapa juga bapak berputar di depan Kantor Pos tadi?”

Teman Saya: “Saya niatnya ke Kantor Pos, saya tidak tau kalo kantor pos tutup hari Sabtu. Keliatannya Bapak membuntuti saya dari kantor pos tadi, kenapa Bapak membuntuti saya? Kenapa bukan dari tadi Bapak berhentikan saya?”

Polantas: “Siapa yang buntuti bapak? Saya tidak mau berhentikan Bapak, karena tadi masih ramai. Mana SIM dan STNK Bapak?”

Teman Saya: “Saya hanya bawa SIM, STNK ketinggalan di rumah”.

Polantas: “Sekarang begini, kalo Bapak tidak mau ditiang, Bapak bisa bantu dengan uang seratus ribu”.

Teman Saya: “Uang saya tidak cukup, hanya tiga puluh ribu, ditilang saja Pak”.

Akhirnya teman saya ditilang oleh Bapak Polantas tadi, dan SIM milik teman saya pun harus direlakan untuk diambil.

Menurut teman saya itu, Ia tidak membayar karena dia memang tidak mau membayar. Dia memilih ditilang karena kesalahan itu memang harus ditilang, bukan minta uang.

Aturannya memang ditilang, bukan membayar, denda kan untuk negara, bukan untuk kantong pribadi.

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge